Diam di rumah tanpa ngapa-ngapain tentu bakal buat kita bosan. Pemandangan yang gitu-gitu aja malah bisa bikin badan makin capek. Padahal, di sekitar kita ternyata masih banyak benda-benda yang bisa dibikin karya seni rupa.

Setiap benda yang ada di hadapan kalian, kemungkinan besar ada versi nyeninya di luar sana. Dari laptop hingga kloset duduk, ada aja orang yang nyalurin kreativitas mereka buat ngubah benda-benda biasa jadi luar biasa. Tentu ga semua ini dilakukan cuma buat iseng-iseng aja. Selain visualnya yang jadi makin apik, karya yang dibikin di atas benda sehari-hari punya nilai lebih dari sekadar pajangan, karena karya mereka jadi bisa dipake di kehidupan sehari-hari.
Lemari adalah salah satu benda yang cukup sering jadi bahan eksperimen seniman buat berkarya di atas furniture. Karena bentuknya yang besar dan rata, lemari emang jadi perabot ideal yang bisa gantiin fungsi kanvas buat dipake melukis. Selain itu, kebanyakan lemari terbuat dari kayu, jadi cat pun gampang nempel di atasnya dan tahan lama. Melukis di atas lemari sebenarnya udah ada dari zaman dahulu kala. Bahkan di dalam Piramida di Mesir, banyak temuan peti-peti yang digambar buat menghias ruangan raja-raja. Bates, seniman graffiti legendaris dari Denmark juga pernah menulis di atas rak dari abad ke-19. Bentuk rak zaman itu yang kaku dan berukir jadi kelihatan kontras dengan warna-warna yang diberi oleh Bates yang didominasi warna cerah seperti kuning, biru muda, dan oranye.
Selain lemari, kursi juga sering jadi “kanvas” buat seniman-seniman yang sedang meng-explore medium yang mereka lakonin. Uniknya, material kursi yang lebih beragam juga bikin senimannya coba-coba teknik yang jarang mereka lakukan. Misalnya Karlos Marquez, seniman street art asal AS yang setelah jadi graffiti artist selama bertahun-tahun, meng-explore medium baru dengan membuat karya di atas sofa menggunakan kuas, benang, dan jarum. Padahal, dia biasanya lebih sering memakai cat aerosol. Ga cuma lukisan, medium kursi juga bisa jadi dasar buat seniman-seniman dengan medium lain. Terry O’Neill adalah salah satu fotografer tersohor dari Inggris yang karyanya terkenal nyeleneh dan unik. Tahun 2012 lalu, dia kolaborasi dengan duo seniman Jimmie Karlson dan Martin Nihlmar buat bikin kursi dan sofa yang dihias karyanya.
Perabot cuma contoh kecil dari benda sehari-sehari yang kita bisa bikin jadi karya. Barang-barang bekas juga jadi sasaran buat jadi wadah eksplorasi seniman. Erika Iris adalah seniman yang memakai pita kaset buat bikin potret musisi, khususnya mereka yang berasal dari era yang sama ketika semua orang pake kaset buat nikmatin musik. Dia juga pernah menyusun kabel NES controller buat jadi Goomba, salah satu karakter di seri video game Super Mario Bros. Ada juga potret Alfred Hitchcock pake rol pita film, dan karakter-karakter film Quentin Tarantino pake pita VHS. Karya-karya ini ga cuma buat nunjukin kesukaan terhadap tokoh-tokoh. Buat Erika Iris, seninya membantu dia buat nostalgia.
Walau pake benda sehari-hari yang tadinya berguna, karya tersebut ga selalu harus tetap punya fungsi yang sama setelah dijadiin karya seni. Karya-karya Julian Schnabel misalnya, yang pake piring-piring pecah buat bikin potret orang. Setelah dipecahin, piring ini kemudian disusun oleh senimannya supaya membentuk sketsa dari potret yang mau dibikin. Dari situ, dia mewarnai piring-piring tersebut supaya bentuknya makin kelihatan. Piring yang dilukis juga banyak banget jadi medium buat pengrajin di seluruh dunia, misalnya di Portugal.

Seni sering banget dianggap lukisan di atas kanvas aja. Padahal, masih banyak karya seni yang bentuk awalnya mungkin malahan benda-benda yang sekarang ada di sekitar kita. So, next time kalo kalian lagi bengong atau nyari inspirasi buat bikin karya yang mengekspresikan, coba liat aja objek yang paling dekat dengan kalian sambil bertanya: kira-kira ini bisa di-explore jadi apa ya?
Let’s explore, experience, express to create art with everyday objects!
Stay tuned on letscml.id buat dapetin update-an menarik lainnya seputar art dan jangan lupa REGISTER sekarang!
Kumpulin terus CML Points dengan cara log in sesering mungkin, aktif di forum ini dan share artikel, join LET'S CML Studio buat ngobrol seputar music, art, fashion, dan submit karya kalian untuk dapetin kesempatan kolaborasi bareng Dipha Barus, Bernhard Suryaningrat, dan Jeffry Jouw di LET'S CML Project yang hasilnya bakal di-showcase di LET'S CML Festival. Kalian bisa nukerin CML Points yang terkumpul dengan berbagai exclusive merchandise.
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.