
Kalau ada yang nanya gimana sih bentuk karya seni, mungkin kalian bakal bilang lukisan di kanvas, atau gambar pensil di kertas. Padahal, kalian masih bisa eksplor berbagai medium, mulai dari material yang digambar, sampai cat yang dipakai. Patung, video, dan foto cuma sebagian kecil dari bisa jadi karya seni. Memang yang dilihat di galeri atau museum, kebanyakan karya seni bentuknya lukisan, tapi ga berarti medium yang lain ga bisa sebagus lukisan.
Maurice Bennett misalnya, bikin berbagai potret dari Presiden AS Barack Obama sampai lukisan Mona Lisa dari roti panggang yang dibakar dan disusun super hati-hati. Roti yang disusunnya pun ga cuma satu atau dua, tapi sampai ratusan buat bikin tiap karyanya itu bisa jadi ukuran yang sangat besar.
Ga cuma makanan, objek lain juga kebagian giliran dijadikan karya seni. Benjamin Shine yang mengubah tumpukan kain dan pita menjadi gambar dengan dilipat dan disetrika. Ada juga Nick Gentry yang mendaur ulang sampah-sampah teknologi masa lalu menjadi gambar-gambar bernilai tinggi dengan melukis di atas susunan kaset VHS, disket, dan negatif film.
Meski masih di atas kanvas pun, cara seniman melukis juga punya konsep sendiri. Coba deh lihat aja lukisan di dalam gua yang pake cap tangan manusia. Sampai sekarang, tubuh masih sering dipake sebagai kuas. Pelukis terkenal dari Yogyakarta, Affandi, bahkan terkenal jarang pake kuas buat melukis karyanya. Affandi lebih sering pake jari tangan atau langsung menaruh cat dari tube ke atas kanvasnya.
Masih banyak metode yang dipake sama seniman untuk ngegambar di permukaan datar. Kayak Niki de Saint Phalle yang menembakkan kantung cat ke atas kanvas dengan senapan. Robert Rauschenberg ngegilas kertas pake ban yang dia warnai. Banyak banget hal yang dilakuin seniman karena mereka punya konsep tersendiri tentang karyanya, dan mau mengekspresikannya segamblang mungkin.
Tapi, seni ga berarti hanya pajangan yang ditaruh di ruangan yang cuma bisa dilihat aja. Applied Art, julukan buat karya-karya seni yang masih punya fungsi praktis buat kehidupan sehari-hari, mulai dari kursi, lampu, pisau, dan lain-lain. James Franco, aktor Hollywood juga pernah buat karya berbentuk pisau lipat yang dikasih judul "Brad Renfro Forever" sesuai dengan nama lawan mainnya di film.
Papan skateboard juga jadi salah satu medium yang super populer dengan beberapa seniman ternama seperti Marc McKee. Desain “DevilMan” dan “FlameBoy and Wet Willy” yang dibuat bareng World Industries jadi salah satu ikon klasik di dunia skate.

Street art juga jadi medium beda yang sering banget dieksplor para seniman. Seniman kayak Banksy dan Dondi White milih jalanan dan bangunan jadi kanvas mereka. Ga cuma di tengah kota, seni juga bisa ada di mana aja. Ugo Rondinone bahkan ngewarnain tumpukan batu raksasa di tengah gurun Las Vegas.
Bentuk seni ga ada batasnya, dan bisa menyerupai apa aja. Mengeksplor macam-macam medium dengan percobaan-percobaan kayak ngelukis pakai jari, atau gambar di medium lain bisa bikin kalian inspired dan jadi experience yang menyenangkan. Kalian juga jadi bisa express passion jadi lebih seru. Lewat seni, kalian bisa explore, experience, express.
So, let’s start experimenting!
Stay tuned on letscml.id buat dapetin update-an menarik lainnya seputar art dan jangan lupa REGISTER sekarang!
Kumpulin terus CML Points dengan cara log in sesering mungkin, aktif di forum ini dan share artikel, join LET'S CML Studio buat ngobrol seputar music, art, fashion, dan submit karya kalian untuk dapetin kesempatan kolaborasi bareng Dipha Barus, Bernhard Suryaningrat, dan Jeffry Jouw di LET'S CML Project yang hasilnya bakal di-showcase di LET'S CML Festival. Kalian bisa nukerin CML Points yang terkumpul dengan berbagai exclusive merchandise.
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.