Setiap kita cari bentuk karya seni kebanyakan hasilnya adalah gambar atau lukisan, tapi ga jago gambar bukan berarti kalian ga bisa bikin karya. Bisa gambar emang jadi salah satu skill yang guna banget kalau kalian mau bikin karya, tapi bukan berarti itu jadi penghalang untuk kalian bisa express yang kalian rasain jadi karya seni.

Selain gambar, masih banyak banget teknik yang bisa kita coba dan explore buat bikin karya-karya yang interesting. Dan tenang aja, kalau kalian ga bisa gambar, ga berarti semangat kalian buat bikin karya harus berhenti begitu aja. Seni rupa udah berkembang banget dan ga terbatas di satu medium atau teknik yang dilakuin sama seniman-seniman zaman dulu.
Dan asiknya, ga harus repot-repot buat eksperimen dengan teknik baru. Banyak di antaranya pake bahan-bahan yang udah tersedia di sekitar kita. Jadi yuk kita explore bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita yang bisa kita jadiin karya.
Salah satu bahan yang bisa kita pake adalah kertas-kertas bekas yang ada di rumah. Tumpukan koran dan majalah lama kalian yang duduk manis ngumpulin debu di pojok gudang bisa aja jadi kunci buat karyamu selanjutnya. Selain kita bisa experience ulang mereka dengan ngebaca dan nyari inspirasi di sana, jangan ragu buat gunting bagian-bagian yang menarik dan menyusunnya ulang. Teknik ini disebut kolase, dan udah dipake banyak banget seniman-seniman di dunia. Salah satu yang paling terkenal yaitu Richard Hamilton, seniman dari AS yang mulai menarik perhatian di era 1950an. Karyanya yang dikasih judul “Just what is it that makes today's homes so different, so appealing?” sering dijuluki sebagai karya yang memulai Pop Art, genre visual yang marak di tahun-tahun setelahnya dengan karya-karya dari seniman seperti Andy Warhol, Roy Lichtenstein, dan James Rosenquist.
Setelah jadi kolase pun kalian masih bisa explore lebih jauh dengan gambar di atasnya. Contohnya Fran Skiles, yang gambar di kolase buatannya yang ga cuma terbuat dari potongan kertas aja, tapi ditambah kain, cat, dan gambar pensil. Gambar yang dibuat dengan kolase biasanya bakal nampilin bentuk yang beda banget, karena masih ada sisi familiarnya tapi terpotong-potong.

Selain teknik kolase, teknik yang bisa kita lakuin juga dengan mudah di rumah adalah stensil. Teknik stensil banyak banget dipake oleh seniman-seniman street art, termasuk Banksy dan Xavier Prou atau dikenal juga sebagai Blek le Rat. Ngegunain teknik ini juga cukup gampang apalagi buat bikin pola-pola repetisi. Untuk pake teknik ini, kalian butuh kertas yang sudah dicetak atau digambar polanya, dan memotong kertas itu buat buat melubangi bagian-bagian yang mau diwarnai. Setelah itu, kalian bisa naruh kertas pola ini di permukaan apapun dan mengecat seenaknya tanpa takut keluar garis, karena udah dibatasin oleh kertas yang tertinggal. Stensil bisa dibikin di atas kaos, meja, kursi, atau apapun.
So, dengan kertas dan alat pemotong aja kita udah bisa experience dua teknik bikin karya yang berbeda. Medium yang kalian bisa explore pun masih banyak. Bumbu-bumbu dapur yang ada di rumah pun juga bisa kalian jadiin karya. Matthew Albanese misalnya adalah seniman fotografi yang sering pake bumbu-bumbu dapur buat bikin miniatur yang dia foto. Dia numpuk bubuk kayu manis, gula, dan biji pala buat bikin miniatur tebing. Gula pun bisa dia sulap jadi permukaan air.
Diam di rumah ketika WFH bisa aja bikin inspirasi kita ngadat. Tapi kita ga harus nyerah begitu aja sama keadaan. Masih banyak experience yang bisa kita rasain buat bikin karya seni. Dengan terus explore teknik-teknik yang seru, halangan buat bikin karya yang bisa express diri kita jadi makin sedikit.
Let’s explore, experience, and express the new techniques to create art!
Stay tuned on letscml.id buat dapetin update-an menarik lainnya seputar art dan jangan lupa REGISTER sekarang!
Kumpulin terus CML Points dengan cara log in sesering mungkin, aktif di forum ini dan share artikel, join LET'S CML Studio buat ngobrol seputar music, art, fashion, dan submit karya kalian untuk dapetin kesempatan kolaborasi bareng Dipha Barus, Bernhard Suryaningrat, dan Jeffry Jouw di LET'S CML Project yang hasilnya bakal di-showcase di LET'S CML Festival. Kalian bisa nukerin CML Points yang terkumpul dengan berbagai exclusive merchandise.
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.