Tahun ini kita dikasih hiburan lewat tren fashion patchwork yang lagi happening banget di panggung runway sampai gerai fast fashion. More than a trendy trend, patchwork juga membawa kita bernostalgia ke era hippies dan early nineties. Munculnya patchwork belakangan ini, membuktikan kalau tren fashion emang berputar dalam kurun waktu sekitar 20-30 tahun.

Di Paris and Milan Fashion Week awal tahun ini, para fotografer street style nge-capture banyak banget para fashionista yang dress code-nya serba patchwork. Sebenernya tren patchwork ini selalu ada tiap tahun. Salah satu desainer yang namanya ga asing dan konsisten bikin patchwork adalah Junya Watanabe. Biasanya Junya masukin patchwork bermotif kotak atau abstrak ke dalam barisan signature denim dan kemeja miliknya. Terus ada Eckhaus Latta dan ASAI yang makin terkenal karena mereka sering ngebahas tentang patchwork.
Ada juga Emily Adams Bode, desainer wanita yang famous di Amerika ini lihai banget bikin menswear, sampai ditampilkan di ajang New York Men's Fashion Week. Sejak awal debutnya di tahun 2014, Bode selalu ngebawain koleksi baju siap pakai dengan gaya patchwork. Beberapa desain patchwork rancangannya kayak cardigan dan crochet style juga sempet trending karena dipake sama Zayn Malik, Joe Jonas, Bella Hadid, dan Harry Styles loh. Buat kalian yang up to date banget soal fashion, pasti sempat notice kalau musim ini para desainer beken lainnya juga membawa patchwork ke dalam koleksi fashion-nya. Misalnya, jaket dengan kombinasi berbagai motif yang dibawa oleh Marni, Stella McCartney, Kenzo, Alexander Wang, dan Missoni. Kalo untuk kemeja sama dress, Prada, Christopher Kane, Chopova Lowena, dan MSGM berhasil ngebawa patchwork dalam bentuk luxury. Aksesori dengan patchwork kayak topi, syal, swimsuit dirilis oleh Chloe, Alexander McQueen, Loewe, dan Oserée Lumiere. Gak cuma high end fashion yang muncul dengan koleksi kain perca ini, brand mass kayak Topshop, Vans, Other Stories, Converse, dan Zara juga ikut ngeramein tren ini.

Patchwork yang artinya kain perca ini memiliki teknik jahit yang disebut tambal sulam. Teknik jahit ini selalu memakai sisa-sisa tekstil demi extend masa pakainya. So bisa dibilang, teknik menjahit yang satu ini dinilai masih sangat relevan sampe hari ini. Yang seru dari teknik patchwork ini tuh very doable, kalian bisa bikin di rumah dengan prinsip DIY (do it yourself).
Yuk, coba eksplor baju lama kalian di lemari. Tutorial menjahit cepat kan bisa juga diikutin dari YouTube atau kelas-kelas online dari para Fashion Enthusiast tuh, kayak Jejouw. Kalau udah nyoba, kalian pasti bangga dan puas banget deh bisa punya setelan dengan patchwork style yang unik. Selain ga perlu merogoh kocek banyak, hasil patchwork buatan kalian udah pasti one of a kind alias cuma punya kalian sendiri. Terus, buat mix and match patchwork style ini tuh juga gampang banget. Coba combine aja dengan outfit kalian yang sekarang, dijamin this trend will enhance your unique style and coloring your fashion style!
So, let’s explore, experience, express this new patchwork trend!
Stay tuned on letscml.id buat dapetin update-an menarik lainnya seputar fashion dan jangan lupa REGISTER sekarang!
Kumpulin terus CML Points dengan cara log in sesering mungkin, aktif di forum ini dan share artikel, join LET'S CML Studio buat ngobrol seputar music, art, fashion, dan submit karya kalian untuk dapetin kesempatan kolaborasi bareng Dipha Barus, Bernhard Suryaningrat, dan Jeffry Jouw di LET'S CML Project yang hasilnya bakal di-showcase di LET'S CML Festival. Kalian bisa nukerin CML Points yang terkumpul dengan berbagai exclusive merchandise.
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.