Di virtual event LET’S CML Festival yang diadain 27 Desember 2020 lalu, Jejouw nyeritain serunya bisa ikut serta di acara ini. Ambil bagian di divisi fashion, Jejouw yang ngajak Mohan Hazian nyeritain latar belakang kolaborasi mereka di LET’S CML. Selain founder brand street lokal Thanksinsomnia, menurut Jejouw, Mohan juga punya experience terbaik tentang material, produksi apparel, dan serunya saling tukeran ide remaking fashion. Jejouw ngajakin audiens untuk mulai bikin baju ulang dengan peralatan yang ada di rumah. Ga perlu harus berjiwa seni, justru desain sesimpel mungkin bakal jadi outfit yang baru yang ga kalah seru. Pada sesi kelas online di LET’S CML Project, Jejouw juga sempet ngajakin audiens untuk submit karya fashion remake mereka.

Jejouw udah nyiapin outfit remake buat Dimas Danang dan Imam Darto yang ngebawain acara LET’S CML Festival. Sebelumnya Jejouw udah sempet ngecek Instagram mereka berdua untuk mastiin style apa yang cocok buat personality mereka. Menurut Jejouw kalo Darto itu express gayanya rock ‘n roll, sering pake kacamata item dan ngingetin sama stylenya Jaden Smith. Jadi Jejouw pilihin jaket denim hasil karya pemenang LET’S CML Project Rivaldo Seprianto. Jaket denimnya di-remake dengan cara dikasih cipratan cat warna putih di bagian depan dan bagian belakangnya disobek pake gunting dan silet. Danang juga pake jaket denim yang didesain Rivaldo. Bedanya sama yang punya Darto, jaket Danang lebih light desainnya karena cuma ada huruf random yang ditulis pake tipe-ex dan sedikit cipratan cat warna kuning dan biru. Selain karya Rivaldo, Jejouw juga milih beberapa karya lainnya yang ikutan remake outfit. Jejouw juga milih lima pemenang lainnya yaitu Prasetyo Legowo, Revi Montana, Ilham Rais Salisa, Bagus Rifandi Yusuf dan Harizef Ramli. Congrats to the winners and their way to explore, experience, express the fashion remake.

Bagi Jejouw masih banyak yang mikir untuk jadi kreatif harus jadi anak seni. Berkaca sama diri sendiri, Jejouw yang latar belakangnya bisnis justru ngerasa kalo udah berani mulai akan banyak banget ide-ide seru yang nantinya akan jadi kreatif. Dan sekarang ini dengan lebih sering di rumah kalian punya banyak waktu untuk explore dengan belajar hal-hal baru. Jejouw juga nyampein kesannya ikutan di LET’S CML Project ini, selain seru bisa kolaborasi bareng audiens dan Jejouw juga pengen para audiens untuk terus ngegali ide-ide kreatif mereka karena kreatif itu ga ada batasnya. Intinya yang dibutuhin itu lebih dari kreativitas tapi juga spotlight. Dengan adanya acara kaya LET’S CML ini yang bisa jadi sebuah platform untuk dapetin spotlight itu. Jejouw juga berterima kasih buat antusiasme audiens yang udah submit karya remaking outfit mereka.
Masih di acara virtual LET’S CML Festival, sederet musisi kenamaan lokal dan internasional juga perform ngebawain hits terbaik mereka. Ada Boy Pablo, MAX, Men I Trust, Peach Tree Rascals, Phum Viphurit, D’Masiv, Fourtwnty, Sore, Diskoria, Grrrl Gang dan Reality Club. Dibuka oleh penampilan dari Grrrl Gang, band indie kebanggaan tanah air, dan Men I Trust asal Kanada yang ngebawain lagu Numb. Selain bawain lagu-lagu miliknya, Phum Viphurit yang cukup interaktif sesekali menyapa para penonton virtually. Band Sore juga gak ketinggalan nyanyiin salah satu lagi apiknya Bantal Keras. Ditutup dengan lagu Blueberry Eyes milik MAX dan Serenata Jiwa Lara dari Diskoria. Terima kasih buat kalian yang udah explore, experience, express bareng di LET'S CML. Nantikan keseruan dari LET'S CML berikutnya!
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.