Sejago apa pun kalian dalam bermain musik, nulis lagu is a whole new level. Seseorang yang bisa main musik belum tentu bisa nulis lagu. Tapi sebaliknya, orang yang jago nulis lagu most likely bisa main alat musik juga. Mau tahu cara musisi terkenal dunia nulis lagu hit mereka? Yuk baca di bawah!
Kalian yang ngaku cinta sama musik wajib banget nonton mini-series dokumenter berjudul “Song Exploder” yang tayang di Netflix. Berisi empat episode, dokumenter ini ngundang para musisi terkenal dunia untuk nyeritain gimana proses mereka nulis salah satu lagu hit yang pernah mereka rilis. Di situ, kalian bisa tau cerita menyentuh dari Alicia Keys ketika dia nulis lagu berjudul “3 Hour Drive” hingga kisah para personel band rock di era 80-an, R.E.M, yang bingung sekaligus bangga ketika lagu “Losing My Religion” yang awalnya diragukan pihak label rekaman justru jadi lagu yang memperkenalkan mereka ke dunia musik internasional. Selain dua musisi tersebut, ada juga Lin-Manuel Miranda dan Ty Dolla $ign yang diajak Netflix untuk berpartisipasi dalam project ini. Kisah dibalik lagu yang mereka tulis juga ga kalah keren dan inspiring banget, lho!
At least, ada dua hal yang bisa dipelajari dari keempat world-class musicians itu. Pertama, ketika menulis lagu, mereka pasti ngelibatin feelings dalam prosesnya. Alicia Keys, misalnya, yang “memanfaatkan” rasa bahagianya dia dengan kehadiran her youngest son. Feeling itu lah yang kemudian dia jadikan bahan bakar untuk nulis lagu “3 Hour Drive”. Alicia kemudian ngajakin musisi sekaligus songwriter asal Inggris, Sampha, untuk bantuin dia finish the song. Uniknya, ketika Alicia nulis lagu ini dengan penuh rasa bahagia karena kehadiran anaknya, Sampha justru lagi ngerasa sedih karena ibunya belum lama meninggal. Dua feelings yang bertolak belakang ini kemudian disatuin dan bikin lagu ini berasa ngena banget!
Selain ngutamain feelings ketika lagi nulis lagu, kalian juga tentunya harus sering-sering explore alat musik yang bisa kalian mainin. Dalam lagu berjudul LA, rapper Ty Dolla $ign bahkan mainin hampir semua alat musik yang terlibat dalam lagu itu. Keren banget ga tuh?

Tapi, dia ga cuma ngandelin skill-nya dalam bermain musik. Ty tetep ngutamain feeling ketika nulis lagu itu. In his case, kondisi adiknya yang dipenjara karena tindakan yang diklaim ga dia lakuin jadi motivasi utama untuk bikin karya ini.
Kalo mau tau cerita yang lebih lengkap, kalian coba tonton aja deh dokumenter ini. Dijamin ga akan nyesel! Intinya, kalian yang mau belajar nulis lagu harus coba explore feelings apa yang paling kalian rasain. Lalu, kombinasiin dengan skill kalian dalam mainin music instrument, apa pun itu. Selama proses nulis lagu, jangan lupa untuk nikmatin experience-nya dan pastiin bahwa karya yang kalian bikin itu bener-bener nunjukkin bahwa kalian bisa express yourself dalam bentuk musik.
Stay tuned on letscml.id buat dapetin update-an menarik lainnya seputar musik dan jangan lupa REGISTER sekarang!
Kumpulin terus CML Points dengan cara log in sesering mungkin, aktif di forum dan share artikel, terus join LET'S CML Studio buat ngobrol seputar music, art, fashion, dan submit karya kalian untuk dapetin kesempatan kolaborasi bareng Bernhard Suryaningrat, dan Jeffry Jouw di LET'S CML Project yang hasilnya bakal di-showcase di LET'S CML Festival. Kalian bisa juga nukerin CML Points yang terkumpul dengan berbagai exclusive merchandise.
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.