Keseruan LET’S CML Festival yang diadain tanggal 27 Desember kemaren emang ga ada lawan! Dimulai jam 5 sore, Grrrl Gang langsung ngehibur para penonton dengan lagu-lagu andalannya kayak Love Song, Just A Game, dan Night Terrors. Setelah itu, para musisi lokal dan internasional perform silih berganti. Dari sekian banyak musisi yang ada di line up artists, kayaknya Phum Viphurit dan Boy Pablo jadi favorit deh. Setuju?

Pas acara baru mulai, fitur live chat LET’S CML Festival hari Minggu kemaren rame banget dengan comment penonton yang ga sabar mau nonton aksi solois asal Thailand, Phum Viphurit. Dapet giliran ketiga, Phum Viphurit mulai tampil sekitar jam 6 dengan lagu Paper Throne. Penyanyi sekaligus penulis lagu itu perform ditemenin band pengiring. Ga cuma musiknya yang enak didenger, aksi Phum Viphurit juga indah dipandang mata karena permainan angle kamera yang asik. Pas mainin lagu Funk Jam, keliatan banget gimana setiap anggota band termasuk Phum Viphurit sendiri bener-bener express themselves di lagu itu. Selama kurang lebih setengah jam, penyanyi dengan nama asli Viphurit Siritip itu bawain lagu-lagu yang pasti udah akrab banget di telinga kalian kayak Softly Spoken sama Trial and Error.

Fast forward ke sekitar jam setengah sebelas malem, Boy Pablo tampil dengan suasana yang intim banget. Perform di studionya, penyanyi keturunan Chile-Norwegia ini tampil solo sambil mainin gitar akustik. Aksi Boy Pablo berasa special banget karena dia banyak nyeritain kisah di balik lagu-lagu yang dia mainin. Salah satu interesting stories yang dia bagiin adalah soal lagu Sick Feeling. Dia emang pernah bilang bahwa lagu itu nyeritain gimana kangennya dia main Playstation sama temen-temennya tapi di LET’S CML Festival dia confirm bahwa lagu itu bukan soal console game buatan Jepang itu. Selain kisah menarik di balik lagunya, Boy Pablo juga mainin dua lagu secara special. Lagu dengan judul Te Vas/Don’t Go dia bilang baru pertama kali dimainin secara live. Sementara itu, lagu barunya yang berjudul Wachito Rico, yang diambil dari album terbaru Boy Pablo yang berjudul sama, juga baru pertama kali dimainin secara akustik. Seru banget kan aksi Boy Pablo di LET’S CML Festival?
Selain Phum Viphurit dan Boy Pablo, international artists lain yang jadi bagian dari LET’S CML Festival adalah Men I Trust, Peach Tree Rascals, dan MAX. Sementara itu, musisi lokal selain Grrrl Gang yang ikut bikin experience nonton LET’S CML Festival jadi lebih seru adalah SORE, Reality Club, Fourtwnty, D’Masiv, dan Diskoria yang jadi penutup acara ini. Line up yang epic banget kan?
Penampilan mereka semua diselingi sama pengumuman pemenang kolaborasi bareng Brand Ambassador LET’S CML. Di kategori Art, Bernhard Suryaningrat milih Marendra Suryaningtyas jadi pemenang dengan karyanya yang dibilang beda dari yang lain. Jeffry Jouw yang jadi Brand Ambassador untuk kategori Fashion ngumumin kalo karya Rivaldo Seprianto adalah pemenang. Sementara itu, Matter Mos yang ngebantuin Brand Ambassador di kategori Music yaitu Dipha Barus appreciate banget semua karya yang masuk tapi milih hasil karya milik Rian Maulana sebagai pemenang karena dianggap bisa menyempurnakan karya yang sebelumnya udah dibikin sama Dipha Barus dan Matter Mos.
Terima kasih ya udah explore, experience, express di LET’S CML. Sampai jumpa lagi di keseruan LET’S CML berikutnya!
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.