Makin lama, makin banyak dan makin sering juga acara virtual concert digelar. Dengan berbagai obstacle yang bikin offline concert ga bisa diadain, kegiatan virtual kayak gitu emang jadi jawabannya. Untungnya, perkembangan teknologi yang ada saat ini memungkinkan para musisi to be as creative as possible biar para penonton bisa dapet excitement yang ga kalah seru dibanding pas nonton konser langsung. Kalian sebagai pecinta musik juga jadi ngerasa makin terhibur kan?

Salah satu teknologi yang berguna banget untuk bikin virtual concert experience jadi lebih intimate adalah Virtual Reality (VR). Meskipun bukan teknologi baru, VR kayaknya emang lebih akrab di telinga para gamer. Dari sisi sejarah, emang perusahaan produsen game console-lah yang serius banget buat develop teknologi ini. Sekarang, banyak brand yang udah memproduksi kacamata VR-nya sendiri kayak Oculus Rift yang dikembangin sama Facebook.
Awal Desember lalu, band asal Kota Bandung, Noah, sukses ngadain acara live streaming dengan memanfaatkan teknologi ini. Sesuai dengan judul acara “Keterkaitan Keterikatan Accoustic Version in 360º”, para personel band yang diisi Ariel di vocal, Lukman di gitar, dan David di keyboard ini mainin lagu-lagu mereka di album terbarunya secara akustik. Keseluruhan event ini direkam dan disiarkan secara live lewat Youtube menggunakan kamera khusus yang bikin para penonton bisa dapet intimate experience yang ga biasa. Kira-kira, Noah mau explore teknologi apa lagi ya buat kalian para Sahabat Noah?

Selain Noah, teknologi ini juga udah pernah dipake sama John Legend pas dia bekerja sama sebuah perusahaan penyedia virtual music platform dalam sebuah social campaign bertema “Free America”. Tapi, John ga cuma manfaatin teknologi VR, lho. Dia juga manfaatin teknologi yang namanya Augmented Reality (AR) yang menghasilkan experience nonton konser yang ga kayak biasa. John Legend bahkan harus bela-belain pake baju berteknologi khusus yang biasanya dipake sama actor yang main di film yang menggunakan teknologi CGI (Computer-generated Imagery). Menggunakan baju itu, John kemudian perform secara live, lengkap sambil berjoget dan main piano untuk direkam. Hasil rekaman itu kemudian ditarik datanya ke komputer untuk diproses menjadi animasi 3D. Nah, hasil dari proses itulah yang kemudian bisa penonton nikmatin pake VR glasses yang mereka punya. Selain menonton aksi John versi animasi sambil pake VR, para penonton juga bisa sekalian berdonasi untuk campaign yang lagi dijalanin. Kolaborasi yang keren banget antara musik, teknologi, sama charity kan?
Bicara soal kolaborasi, acara LET’S CML Festival yang bisa kalian tonton tanggal 27 Desember 2020 bakalan showcase hasil karya kolaborasi antara Brand Ambassadors dengan salah satu dari kalian yang udah submit karya di LET'S CML Project. Bukan cuma itu, LET’S CML Festival juga ngundang banyak musisi dari dalam dan luar negeri, lho. Kalo kalian fans Boy Pablo, Men I Trust, Phum Viphurit, Peach Tree Rascals, MAX, Fourtwnty, D’Masiv, Sore, Diskoria, Grrrl Gang, atau Reality Club, LET’S CML Festival ini dijamin bakal ngasih joyful concert experience buat kalian. Semuanya bisa kalian nikmatin di LET'S CML Festival tanggal 27 Desember nanti ya!
Stay tuned on letscml.id buat dapetin update-an menarik lainnya seputar musik dan jangan lupa REGISTER sekarang!
Kumpulin terus CML Points dengan cara log in sesering mungkin, aktif di forum, dan share artikel, terus join LET'S CML Studio buat ngobrol seputar music, art, fashion, dan submit karya kalian untuk dapetin kesempatan kolaborasi bareng Dipha Barus, Bernhard Suryaningrat, dan Jeffry Jouw di LET'S CML Project yang hasilnya bakal di-showcase di LET'S CML Festival. Kalian bisa juga nukerin CML Points yang terkumpul dengan berbagai exclusive merchandise.
5 years ago like ShareWebsite ini diperuntukkan untuk kamu yang berumur 18 tahun ke atas,
karena terdapat informasi soal produk rokok.
Dengan memasuki website ini, kamu benar menyatakan diri berusia
18 tahun ke atas.